Kerugian Deposito Bank yang Anda Harus Tahu

Masyarakat Indonesia banyak menggunakan fasilitas simpanan deposito, namun sudahkah mereka mengerti kerugian-kerugian deposito bank? Anda yang akan membuka rekening deposito bank harus benar-benar mengerti minimal 4 kerugian menabung deposito bank berikut ini.

kerugian deposito bank
kerugian deposito bank (sumber gambar pxhere.com)
  1. Bunga yang Masih Kecil

Bunga deposito sangatlah kecil dibandingkan dengan investasi pada sektor usaha riil. Takaran utamanya jelas bahwa bunga simpanan pasti lebih kecil daripada suku bunga pinjaman. Sedangkan, pada sektor riil, suatu investasi dianggap efektif jika keuntungan yang didapat lebih besar ketimbang bunga pinjaman. Sudah paham kan jika suku bunga deposito pasti di bawah nilai investasi sektor riil? Dengan suku bunga maksimal 7%, maka deposito akan membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk balik modal. Sedangkan, pada sektor riil, investasi dikatakan efektif jika modal kembali maksimal dalam waktu sekitar 4-5 tahun tahun alias kisaran keuntungan per tahun sekitar 20-25 %. Sangat jauh selisihnya kan?

Salah satu tolok ukur suatu bunga menguntungkan atau tidak adalah laju inflasi. Inflasi sendiri merupakan penurunan nilai mata uang terhadap barang secara relatif. Secara nasional, nilai inflasi berkisar antara 4 sampai dengan 5 persen. Pada kondisi atau gejolak ekonomi tertentu, nilai inflasi bisa lebih dari itu. Kenapa nilai inflasi menjadi tolok ukur? Tentu saja jika nilai suku bunga deposito lebih kecil ketimbang laju inflasi, maka investasi tidaklah layak untuk dilakukan karena meskipun ada bunga, “nilai riil” uang akan selalu turun. Hal itu membuktikan bahwa menabung deposito adalah tindakan yang tidak masuk akal secara analisis bisnis atau analisis investasi.

  1. Pajak yang Membebani

Pajak penghasilan dari bunga deposito bank sangatlah tinggi, mencapai  20 %. Bayangkan, 1 dari 5 penghasilan kita habis untuk pajak. Jadi, jika bank memberikan bunga 6 %, maka bunga real (tanpa pajak) yang kita terima berkisar antara 4,5 %. Sudah kecil, masih dipotong pajak besar lagi. Pajak penghasilan dari bunga deposito jika dipahami juga relatif lebih besar dari pajak PPh dari sektor usaha riill.

Untuk menghindari kerugian akibat pajak, silakan pelajari Cara Menghitung Bunga Deposito pada artikel yang sudah tersedia di panduanbank.com.

  1. Uang Tertahan di Bank

Sesuai dengan tenor, maka uang yang kita depositokan akan tertahan di bank. Kita tidak bisa mencairkan uang kita seenak perut kita. Untuk mendapatkan bunga beserta uang pokok maka kita harus menunggu jangka waktu sesuai dengan perjanjian dengan bank. Tenor yang ditawarkan bank adalah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Beberapa bank menawarkan tenor 24 bulan dan 36 bulan. Jangan sekali-sekali mendepositokan uang Anda jika Anda masih membutuhkan dana Anda sewaktu-waktu. Anda bisa rugi karena bukannya akan mendapat bunga malah justru mendapat denda dan biaya administrasi pula.

  1. Biaya Administrasi dan Denda

Ketika Anda hendak membuka deposito, maka Anda akan dikenakan biaya lain-lain selain uang setoran (tier deposito). Anda harus menyiapkan berkas-berkas dan materai. Meski tidak seberapa, namun tetap harus dihitung, bukan?

Simpulan Artikel 4 Kerugian Deposito Bank yang Harus Anda Tahu

Setelah Anda membaca artikel kerugian deposito bank, alangkah baiknya jika Anda juga membaca artikel keuntungan menabung deposito agar informasi yang Anda dapat tidak berat sebelah. Keputusan untuk membuat aplikasi deposito atau tidak merupakan hak Anda. Namun, harus Anda pertimbangkan matang-matang agar investasi Anda memberikan dampak positif pada perekonomian Anda. Jika menurut Anda deposito tidak menguntungkan atau bahkan merugikan, maka tentu saja Anda harus mencari destinasi investasi lain yang menguntungkan.

Add a Comment

error: Dibaca saja. Kalau mau save bookmark aja