Syarat dan Cara Mengajukan KUR BRI Tanpa Agunan

Kredit Usaha Rakyat, KUR BRI
Kredit Usaha Rakyat, KUR BRI – Jobcdc.com

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, UMKM memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. UMKM menyediakan lapangan kerja sebesar 97,2%  dari total lapangan kerja dan menyumbang sekitar 56,5% pembentukan Produk Domestik Bruto, PDB pada tahun 2016. Pelaku usaha UMKM dan koperasi menempati porsi terbesar dari seluruh kegiatan ekonomi rakyat Indonesia mulai dari petani, nelayan, peternak, petambang, pedagang, dan penyedia berbagai jasa. Tapi, secara umum para pelaku UMKM masih kesulitan modal dalam mengembangkan usahanya, sehinga perlu adanya penambahan modal. Salah satu langkah yang bisa pelaku usaha mendapatkan permodalan adalah progam pemerintah lewat perbankan dengan pola penjaminan, yakni Kredit Usaha Rakyat, KUR. Pelaku UMKM dan Koperasi bisa mengakses permodalan ini lewat KUR BRI.

KUR diluncurkan guna memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi, UMKM sekaligus penciptaan lapangan kerja yang masih belum merata. Kredit disalurkan oleh perbankan kepada UMKM yang feasible, maksudnya masih berpotensi untuk berkembang dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan tapi belum bankable (Memenuhi syarat pinjam bank) untuk mengembangkan atau memperluas usahanya. Selain BRI, pelaku UMKM juga bisa mengakses melalui bank yang sudah ditunjuk oleh pemerintah seperti  BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, BCA, Bank Agroniaga, BII, Bank CIMB Niaga dan Bank Artha Graha.

Dalam perkembangan KUR, BRI mengambil porsi lebih dalam realisasi KUR di Indonesia. BRI telah mendapat kepercayaan  merealisasikan KUR sebesar Rp 46,7 triliun kepada 2.527.926 debitur UMKM pada awal januari hingga Agustus 2017 . Jumlah tersebut telah mencapai 65% dari target nasional 2017 yang ditetapkan sebesar Rp 71,2 triliun. Dua Tahun terakhir, dari Agustus 2015 hingga Agustus 2017, Bank BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp132,4 triliun kepada lebih dari 7,4 juta debitur baru. Tahun tahun sebelumnya, KUR sejak Tahun 2007 sampai dengan Desember 2014 KUR telah disalurkan sebesar Rp.178,8 triliun dengan total debitur sebanyak 12,4 juta debitur.

Data diatas menunjukan bahwa antusias pelaku UMKM untuk mendapatkan kredit modal usaha sangat besar. Sebab, selain kemudahan dalam proses pengajuan, KUR memiliki suku bunga yang lebih ringan dibandingkan dengan produk pinjaman lainnya. Suku bunga KUR BRI yang berlaku saat ini 9% per tahun. Pada pertengahan tahun 2017, pemerintah berinisiatif menurunkan suku bunga KUR menjadi 7 % yang akan berlaku efektif tahun 2018. Penurunan suku bunga ini dilakukan dengan alasan suku bunga 9% masih memberatkan pelaku usaha kecil.

Turunnya suku bunga kredit BRI tentu memberi kabar gembira kepada  pelaku usaha yang kekurangan modal. Dengan suku bunga yang ringan, pelaku UMKM tidak terlalu terbebani angsuran per bulan. Pelaku UMKM bisa fokus terhadap usahanya. Bagi kalian yang berminat,  Kalian bisa datang ke kantor BRI terdekat untuk mengajukan KUR BRI, namun sebelumnya perlu diperhatikan hal hal yang penting selama proses pengajuan seperti jenis, syarat dan cara pengajuan serta tabel KUR sebagai bahan pertimbangan.

Jenis KUR BRI

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BANK BRI terdiri dari KUR Mikro, KUR Ritel, dan KUR TKI, masing memiliki kriteria berbeda beda dalam realisasi plafon kredit kepada debitur yang bisa kalian lihat dibawah ini penjelasannya :

1. Kur Mikro

KUR Mikro bank bri merupakan jenis pinjaman tanpa jaminan yang paling laris diajukan oleh para pelaku UMKM dan koperasi.  Pinjaman ditujukan kepada Individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak untuk diberikan kredit (Bankable). Syarat mengajukan KUR  BRI Mikro adalah Individu yang telah menjalankan atau memiliki usaha secara aktif minimal 6 bulan, Tidak memiliki kredit perbankan lainnya kecuali kredit konsumtif seperti KPR dan Kartu Kredit serta memenuhi persyaratan administrasi seperti Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha.

Besaran kredit untuk modal usaha dari KUR Mikro ini maksimal sebesar Rp 25 juta per debitur. Jenis kredit yang diterapkan terdapat dua kategori, yakni Kredit Modal Kerja (KMK) jangka waktu maksimal 3 (tiga) tahun dan Kredit Investasi (KI) jangka waktu maksimal 5 (lima) tahun. Suku bunga yang berlaku sebesar 9% efektif per tahun atau setara 0.41% flat per bulan. Pembiayaan ini full tanpa dipungut biaya provisi dan administrasi.

2. KUR Ritel

KUR Ritel tidak terlalu beda jauh dengan KUR Mikro. Syarat KUR Ritel, yakni mempunyai usaha produktif dan layak yang aktif selama 6 bulan. Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit. Hanya saja membutuhkan  Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil, IUMK atau surat ijin usaha lainnya serta agunan sesuai ketentuan bank. Besar KUR Ritel yang dicairkan lebih besar dari mikro, sebesar Rp 25 juta – Rp 500 juta dengan  suku bunga 9% efektif per tahun.

3. KUR TKI

KUR TKI ditujukan kepada Individu (perorangan) TKI atau calon TKI yang akan berangkat bekerja ke negara   Singapura, Hongkong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Besaran kredit maksimal Rp 25 juta atau sesuai Cost Structure yang ditetapkan pemerintah dengan suku bunga 9% efektif per tahun atau setara 0.41% flat per bulan dalam jangka waktu maksimal tiga tahun atau sesuai kontrak kerja.

Persyaratan administrasi:

  1. Identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga
  2. Perjanjian kerja dengan pengguna jasa
  3. Perjanjian penempatan
  4. Passpor
  5. Visa

Setelah memahami jenis KUR, kalian bisa memilih jenis KUR sesua dengan latar belakang kalian masing masing.

Prosedur dan Mekanisme Pengajuan KUR BRI

  • Pemohon Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Koperasi (UMKMK) diwajibkan mengajukan surat permohonan KUR kepada pihak bank serta persyaratan kelengkapan dokumen dan legalitas usaha serta catatan keuangan usaha. Kelengkapan dokumen bisa kalian baca pada jenis jenis KUR BRI yang dipilih.
  • Pemohon KUR Ritel membawa agunan, untuk KUR Mikro dan TKI boleh tanpa agunan.
  • Pihak bank akan menerima permohoan beserta persyaratan, kemudian pihak bank akan mengevaluasi atau menganalisa kelayakan usaha UMKMK berdasarkan atas permohonan tersebut layak dibiayai atau tidak.
  • Apabila bank telah menganggap layak maka pihak bank akan menyetujui permohonan KUR. Keputusan pemberian KUR adalah sepenuhnya kewenangan pihak bank.
  • Kemudian antara bank dan pemohon harus menandatangani surat perjanjian kredit ataupun dana pembiayaan.
  • Penerima kredit wajib membayar cicilan atau angsuran atas pinjaman KUR kepada pihak bank sampai lunas sesuai dengan tabel angsuran KUR BRI yang berlaku.

Kriteria Pemohon atau calon kreditur yang disetujui

1. Memenuhi Persyaratan KUR

Sebagai calon pemohon KUR sudah kewajiban memenuhi syarat syarat KUR sesuai kebijakan BANK BRI. Syarat yang dimaksud adalah persyaratan administrasi, terutama soal perizinan usaha. Selain itu ada dokumen dokumen Identitas diri nasabah, seperti KTP, SIM, Kartu Keluarga dan Legalitas usaha, seperti akta pendirian, akta perubahan

2. Melengkapi Agunan

Agunan KUR terbagi menjadi dua, yakni agunan wajib dan agunan tidak wajib. Agunan wajib adalah agunan berupa laporan keuangan usaha dan pembukuan usaha. Dalam hal ini, pembukuan bisa disajikan dalam bentuk buku atau semacam proposal usaha yang menggambarkan usaha. Agunan tidak wajib adalah agunan tambahan seperti BPKB motor, sertifikat rumah, tanah atau surat berharga lainnya untuk memperkuat kepercayaan bank terhadap pemohon. Tapi untuk KUR Ritel adalah wajib.

3. Tidak memiliki Riwayat Kredit Macet

Kriteria terakhir yang sangat dibenci pihak Bank adalah pemohon pernah memiliki riwayat pengajuan kredit macet atau sering telat membayar angsuran di Bank yang sama atau Bank lainnya. Sebab, biasanya pihak akan memblokir akses kreditur yang bandel membayar angsuran.

Baca juga: 5 Pertimbangkan Sebelum Pinjam Bank Agar Tak Menyesal Kemudian Hari

Besaran Angsuran Kredit Usaha Rakyat KUR Terbaru

Besaran angsungan KUR per bulan menyesuaikan bunga yang berlaku saat ini, yakni 9% per tahun atau 0.4% per tahun. Berikut tabel angsuran KUR BRI 2017 dibawah ini:

Pinjaman 12 18 24 36
1.000.000 87.450 59.589 45.683 31.794
2.000.000 174.900 119.178 91.367 63.589
3.000.000 262.350 178.767 137.050 95.383
4.000.000 349.800 238.356 182.733 127.178
5.000.000 437.250 297.944 228.417 158.972
6.000.000 524.700 357.533 274.100 190.767
7.000.000 612.150 417.122 319.783 222.561
8.000.000 699.600 476.711 365.467 254.356
9.000.000 787.050 536.300 411.150 286.150
10.000.000 874.500 595.889 456.833 317.944
11.000.000 961.950 655.478 502.517 349.739
12.000.000 1.049.400 715.067 548.200 381.533
13.000.000 1.136.850 774.656 593.883 413.328
14.000.000 1.224.300 834.244 639.567 445.122
15.000.000 1.311.750 893.833 685.250 476.917
16.000.000 1.399.200 953.422 730.933 508.711
17.000.000 1.486.650 1.013.011 776.617 540.506
18.000.000 1.574.100 1.072.600 822.300 572.300
19.000.000 1.661.550 1.132.189 867.983 604.095
20.000.000 1.749.000 1.191.778 913.667 635.889
21.000.000 1.836.450 1.251.367 959.350 667.683
22.000.000 1.923.900 1.310.956 1.005.033 699.478
23.000.000 2.011.350 1.370.544 1.050.717 731.272
24.000.000 2.098.800 1.430.133 1.096.400 763.067
25.000.000 2.186.250 1.489.722 1.142.083 794.861

Sumber : bri.co.id

Demikian informasi mengenai KUR BRI 2017, jenis KUR, syarat dan prosedur pengajuan. Informasi selengkapnya bisa kalian kunjungi kantor unit BRI terdekat, sebab kebijakan bisa sajai berbeda dab berubah ubah sesuai kondisi perkembangan perekonomian Indonesia.

40 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: Dibaca saja. Kalau mau save bookmark aja